blog TJAHAJA BARUInfo Berita Terbaru, kegiatan atau Acara di Tjahaja Baru

Satu Liter Jelajahi Negeri Sembari BerbagiMonday, 13 August 2018 oleh: Tjahaja Baru

Yamaha Tjahaja Baru Kampanyekan Satu Liter Sejuta Manfaat

Satu Liter Jelajahi Negeri Sembari Berbagi

Padang, Yamaha Tjahaja Baru

            Yamaha Tjahaja Baru terus menyuarakan kampanye #satulitersejutamanfaat dengan menggerakkan kegiatan-kegiatan sosial di Sumatera Barat bersama komunitas-komunitas sosial di kota Padang. Aktivitas kali ini bekerjasama dengan komunitas Padang Heritage. Mengusung tema “Berbagi - Explore dan Bakti Sosial”.

            Kegiatan dimulai sabtu pagi (11/8) Pukul 09.00 WIB, tim Padang Heritage dan tim Yamaha Tjahaja Baru bertolak dari Main Dealer Yamaha Tjahaja Baru menuju mercusuar sungai Beremas, di kawasan bukit lampu. Tim melakukan konvoi menggunakan sepeda motor Yamaha Mio S dan Yamaha Lexi menuju lokasi explore. Sebanyak 15 unit Mio S dan 3 unit Lexi. “Melalui kegiatan satu liter sejuta manfaat ini, kami ingin menyuarakan bahwa dengan satu liter saja kita bisa memberi banyak manfaat kepada banyak orang. Tak ketinggalan, dengan program ini sekaligus memperkenalkan produk-produk kami yang terbukti irit melalui demo irit dengan melakukan konvoi bersama menggunakan sepeda motor keluaran Yamaha khususnya Mio S dan Lexi“ Ujar Azhari Rahmat selaku Head Promosi Yamaha Tjahaja Baru. “Kegiatan hari ini dimulai dengan explore di mercusuar. Setelah itu kami akan melakukan bakti sosial di panti asuhan Ridho Rahmat di kawasan Teluk Kabung dan kembali menjelajah kota tua Padang “ ujarnya.

         Padang Heritage sendiri merupakan komunitas Pecinta Kota Tua yang mulai eksis Januari 2017. Sejak setahun lalu komunitas ini terus melakukan kegiatan explore dengan menjelajah kota tua, Padang. “Jalan-jalan atau travelling, tidak melulu ke alam ataupun ke pantai. Kita juga bisa menjelajah negeri dengan melihat kota tua Padang. Kami terus melakukan aktivitas untuk memperkenalkan kota padang kepada wisatawan lokal maupun mancanegara. Kali ini kami bekerjasama dengan Yamaha Tjahaja Baru demi mensukseskan gagasan itu” Ungkap Bayu Haryanto, koordinator komunitas Padang Heritage.

       Bayu juga menambahkan bahwa generasi masa kini musti mengenal lebih dekat warisan budaya kota Padang – kota tua. Dengan menjelajah kota tua kita bisa menyelami kekayaan sejarah negeri ini. Tak hanya memanjaakan mata dengan keindahannya, kita juga bisa memanjakan perut dengan kuliner khas kota tua. Serta spot-spot foto yang patut didokumentasikan. Pukul 10.00 WIB, tim sudah berada di mercusuar Sungai Beremas. Tempat  ini sendiri berjarak 12 Kilometer dari pusat kota Padang atau 30 menit perjalanan menggunakan sepeda motor. Lokasinya tepat berada di kelurahan Sungai Beremas, Kecamatan Teluk Kabung (kawasan bukit lampu).

          Zulkarnain (47) selaku petugas mencusuar menceritakan tentang sejarah mercusuar yang diberi nama Mensu Bramas. Mercusuar ini merupakan peninggalan Kolonial belanda sejak berpuluh-puluh tahun lalu yang digunakan untuk memantau sistem navigasi kapal di pesisir pantai kota Padang. Setelah kolonial Belanda pergi, mereka meninggalkan Mensu Bramas bersama satu buah rumah. Saat pemerintah Jepang datang ke Padang, Mensu Bramas tak hanya digunakan sebagai sitem navigasi kapal, tapi juga digunakan sebagai benteng pertahanan dengan membangun lubang-lubang pertahanan pada masa perang dunia kedua meletus. “tak banyak yang tahu bahwa kota Padang juga punya lubang Jepang. Kebanyakan kita hanya tahun bahwa lubang Jepang hanya ada di Kota Bukittinggi” Ungkap Zul.

          “Mercusuar ini sendiri sebenarnya dulu sudah hancur pada saat perang jepang melawan penjajah Inggris, namun dibangun kembali oleh pemerintahan presiden Soeharto pada tahun tujuh empat. Dan sekarang dikelola oleh dinas perhubungan laut Teluk Bayur ” ungkap Zul menambahkan. “sungguh menarik sekali mengenal lebih banyak tentang kota Padang, khususnya mercusuar Beremas. Banyak sejarah yang bisa dipelajari. Termasuk menikmati spot-spot foto yang bisa di share melalui media sosial” Ujar Jasmine, salah satu peserta Explore #satulitersejutamanfaat.

           Usai istirahat makan dan sholat (pukul 13.30 WIB). Rombongan Padang Heritage Bersama Tim Tjajaha Baru menuju panti asuhan Ridho Rahmat yang berada di Kampung Tuo, mata Air, Padang Selatan. Kedatangan tim membawa sembako dan keperluan sekolah bagi anak-anak panti asuhan berupa buku, pena dan perlengkapan lainnya. Emi Fitriani selaku pengasuh  sekaligus pemilik panti asuhan menerima dengan hangat kedangan tim. Begitupun anak-anak panti asuhan menyambut tim dengan senyuman sumringah. Emi menjelaskan bahwa panti asuhan Ridho Rahmat sudah ada sejak 2009 silam dan sudah berkali-kali pindah sejak saat itu. “Terima kasih banyak atas kedatangan tim Yamaha dan komunitas padang heritage ke panti asuhan kami. Semoga silaturahmi ini akan selalu terjaga” ungkap Emi. “kegiatan sosial seperti ini akan terus kami gaungkan melalui kampanye satu liter sejuta manfaat” Azhari rahmat menambahkan.

       Menjelang sunset di pesisir pantai padang. Tim kembali ke kota tua menikmati senja di bangunan-bangunan bersejarah.Yamaha Tjahaja baru berharap kedepannya terus menjalin hubungan baik bersama Komunitas padang Heritage melalui kegiatan satu liter sejuta manfaat. (9d).

Komentar:

 -